Kementerian PU: Banyumas konsisten wujudkan pengelolaan sampah terpadu

Direktur Sanitasi Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU Prasetyo memberikan sambutan pada Peluncuran RDF dan Recycling Center Kabupaten Banyumas di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sokaraja Kulon, Kecamatan Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (3/2/2026). ANTARA/Sumarwoto
Banyumas (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menilai Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, konsisten mewujudkan pengelolaan sampah terpadu dari hulu hingga hilir melalui pengembangan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) dan recycling center.
Saat memberikan sambutan pada Peluncuran RDF dan Recycling Center Kabupaten Banyumas di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sokaraja Kulon, Kecamatan Sokaraja, Banyumas, Selasa, Direktur Sanitasi Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU Prasetyo mengatakan persoalan persampahan saat ini telah menjadi isu strategis nasional dan mendapat perhatian serius pemerintah.
Dia mengatakan hal tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
"Presiden Republik Indonesia telah menegaskan bahwa sampah merupakan isu nasional. Apa yang diharapkan tersebut telah dijawab oleh Kabupaten Banyumas melalui peresmian RDF dan recycling center ini," katanya.
Ia mengatakan kebijakan nasional menargetkan peningkatan cakupan pelayanan persampahan sekaligus penguatan sistem pengelolaan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Menurut dia, upaya tersebut sejalan dengan kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup serta Kementerian Pekerjaan Umum dalam mendukung pemerintah daerah menangani persoalan sampah.
Dalam hal ini, kata dia, penguatan pengelolaan sampah di sisi hulu dilakukan melalui peningkatan kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengurangi sampah.
Sementara pada sisi tengah, lanjut dia, pemerintah mendorong penambahan fasilitas pengolahan sampah seperti TPST dan TPS3R (reduce, reuse, recycle).
"Di sisi hilir, pemerintah juga mendorong penerapan teknologi pengolahan sampah, termasuk waste to energy (pengolahan sampah menjadi energi) bagi daerah dengan timbulan sampah lebih dari 1.000 ton per hari," katanya.
Ia mengatakan Kabupaten Banyumas telah menerapkan pengolahan sampah berbasis RDF sebagai bagian dari upaya pengurangan sampah sekaligus peningkatan nilai tambah, dengan mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif.
Menurut dia, Kementerian PU telah memfasilitasi pembangunan enam TPST di Kabupaten Banyumas, termasuk TPST Sokaraja Kulon, serta empat fasilitas pemrosesan akhir berbasis lingkungan dan edukasi sejak 2020.
Bahkan pada tahun 2024, kata dia, pemerintah pusat juga membangun tiga unit TPS3R di wilayah tersebut.
"Fasilitas yang telah dibangun sampai saat ini difungsikan dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas," katanya.
Ke depan, kata dia, Kementerian PU berencana kembali mendukung Banyumas melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2026 untuk optimalisasi TPST maupun tempat pemrosesan akhir berbasis lingkungan dan edukasi, baik berupa pembangunan fisik maupun penyediaan peralatan dan alat berat.
Ia mengatakan dukungan tersebut juga merupakan bentuk apresiasi atas capaian Banyumas yang meraih Sutami Award pada peringatan Hari Bakti Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2025.
"Kabupaten Banyumas terpilih sebagai pemenang Sukami Award, dan kami berkomitmen memberikan dukungan lanjutan sebagai bentuk penghargaan atas kinerja pengelolaan sampahnya," katanya.
Ia pun mengapresiasi Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono beserta jajaran yang dinilai berhasil menerapkan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular dan mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir (TPA).
Menurut dia, praktik baik pengelolaan sampah di Banyumas telah menjadi rujukan bagi daerah lain, bahkan menarik perhatian pihak luar negeri untuk datang belajar dan melihat langsung implementasinya.
"Praktik baik ini patut direplikasi di daerah lain dengan penyesuaian kapasitas dan kemampuan masing-masing wilayah," katanya.
Prasetyo mengharapkan pengelolaan sampah terpadu yang diterapkan di Banyumas dapat menginspirasi daerah lain di Indonesia dalam memperbaiki sistem pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
Pewarta: Sumarwoto
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026





